Minggu, 06 Juni 2010

Cerita Serial: KCG SERIAL Part 2: LATIHAN SIAALLLL….

Cerita Serial: KCG SERIAL
Part 2: LATIHAN SIAALLLL….
Biasanya, kalo kita dikasih tugas sama guru, apalagi tugas kelompok, ya dikerjain dengan tekun ya? Nah, ituah yang namanya siswa teladan. Tapi yaa, kalo namanya makhluk KCG, ya semua pekerjaan dibawa enjoy, gokil, dan tak lupa pula dodol… Mau tau bagaimana serunya? Nah, ini dia… Let’s check this out…
Waktu itu, kami dikasih tugas buat nampilin karya seni buat diapresiasiin. Terus, kami dilanda ke-lemotan (bukannya emang udah dari dulu?).
“Gimana kalo drama aja?” usulku.
“Bosan ahh.. Kemarin kan udah,” kata Acha.
“Hmm… Nge-dance?” yang ini usulnya Kia.
“NGGAK!!!” teriakku menolak masak-masak usul Kia (aku gak bisa dens! Ingat tuh!!)
“Yo dah, nyanyi aja…” usul Riana. Semuanya setuju. Termasuk aku.
“Lagunya apaan?”
“Lagu yang pertama, lagu nasional aja. Tanah airku, gimana?” ujar Acha.
“Lagu yang kedua?”
“Lagunya Justin Bieberrr…. Baby!!!!!” seru Kia dan Dian, yang sama-sama fans beratnya si Justin. Wajah mereka langsung berbinar-binar membayangkan mereka akan membawakan lagu Aa’ mereka berdua itu (mau aja di-poligamiin! Huuu…).
Kami langsung melotot pada mereka.
“Yee… emang bisa nge-english lancar? Situ kan belepotan!!” protes Acha.
“Terus apaan dong…?” kata Dian.
“Sang Pemimpii….” usulku.
“Luluh…” usul Acha.
“Tak Ada Tempat Seperti Surga…” ini usul Irha.
“Terserah……………” ujar yang lain.
“Lagunya Glenn Fredly?? Ketuaan banget!!!!” kataku memprotes mereka.
“Yeee.. maksudnya lagunya terserah kalian….” kata si Rani.
10 menit kemudian……
“Yah.. pada bengong… Jadinya lagu apaan nih…?” kata Nunu membuyarkan lamunan kami semua.
“Tauk ahh.. Pusing. Makan dulu hyuuuukk!!!” usul Widy.
“YUUUKKKKKKKK!!!!!!!”
***
“Eh, gimana kalo Kepompong aja? Biar gak muluk-muluk amat. Kan lagunya simpel. Gimana?” usul Riana waktu kita di kantin.
“Emh…. Emh… Sekkuggjjuuhhhh…” ujar kami sambil mengunyah bakso (makanan kebangsaan KCG tuh, haha).
***
Sejak saat itu, mulailah kami giat berlatih menyanyi (soalnya kami kompak, suaranya parah semua! Hehe). Pas jam istirahat, awal pelajaran, akhir pelajaran, pas guru menjelaskan, atau bahkan sambil berjalan menuju kantin, kami selalu latihan (iseng banget ya?) hehe. Nah, suatu hari, kami janjian buat latihan di rumahnya Widy.
“Eh, besok kan kita udah mau tampil, ntar sore kita latihan si rumanhya Widy, yuk!” usul Acha (rajin bener ni cewek satu).
“Oiya!!! Waduh, aku hampir lupa!!!” kataku sambil menepuk jidat.
“Yee.. kamu sih udah dari sononya pelupa! Haha” kata Kia mengejekku. Aku manyun. “Eh, tapi uangku tinggal dikit nih. Nggak cukup buat ongkos kerumahnya Widy. Gimana dong?” lanjutnya.
“Alaaaahh.. Dasar Ketua Kere nih si Kia!!” ejek Riana.
“Kita jalan kaki aja. Kan rumahnya Widy deket. Kalo kita jalannya rame-rame, capeknya gak bakalan kerasa kok!!” kata si Irha.
“Aku nggak setuju…!! Aku mau pulang dulu!!” kata Riana.
“Aku juga..!!!” kata Acha.
“Aku juga..!!!” kata Dian (makhluk manja nih, si Riana, Dian, dan Acha).
Yang lainnya setuju kita jalan kaki.
***
“Capek nih…” keluh Kia.
“Yaahhh.. Gubrak! Katanya gak punya duit? Emang ada taksi yang mau ngasih gratisan??” kataku.
“Tau nih si Kia. Manja banget sih!” Widy angkat bicara.
Sekitar 8 menit kemudian……….
Sampailah kami di rumahnya Widy. Setelah istirahat dan minum air minum (emang minum apaan lagi? Aer ujan??), kami pun menunggu Riana dan Acha.
“Lama banget sih mereka berdua…” kata Rani.
“Tau tuh anak.. LAMAAAAAAAAA……..” keluh Nunu.
Akhirnya yang ditunggu datang juga.
“Latian yokkkkk……” kataku (rajin kan gueee?? Kaaaannn…?)
Kami pun latihan. Tak lama, ada dua orang anak tengil datang mengganggu kami. Kami kan latihannya di teras tuh, jadi bisa kelihatan sama orang-orang.
Awalnya kami tak terlalu menghiraukan anak itu. Tapi, makin lama mereka makin rese.
“Tanah airku tidak kulupakan…”
“Kaaannn terkenaaaaaanggggg selammaaaaa hidupkuuuuu..” si anak tengil mulai mengganggu konsentrasi kami dengan suara falsnya.
“Hehhhh!! Pergi kalian!!” Acha mulai beraksi.
Disuruh pergi, eh mereka malah ngelemparin kami pake batu. RESEEE……. Untung gak ada yang kena.
“WOOOIIIII…. Pergi kaliannnnnnnn……!” Acha dan Irha kompak teriak.
“Kribo.. Kribo…..” anak yang satu ngejek Irha yang emang kriting, hehe.
“ARGGGHHHHHHH… RESEEEE……!!!!!!!!!” si Irha mulai kehilangan kesabaran.
“KRIBOOO….. KRIBO….. BLEEE…..!!” anak tuyul itu menjulurkan lidah pada kami.
“OMPOOOONNGGGGGGG… OMPONG………….!!!!” Irha membalas (beraninya sama anak kecil doang….. Payah, heheheu).
Seteleh dikatain gitu, si anak tengil udah gak berkutik lagi (baru nyadar ya, dek, kalo kamu ompong?? Haha).
Latihan dilanjutkan.
***
Setelah latihan, kami pun melakukan ritual kami, yaitu ber-foto-foto ria. (emang cewek gokil nih pada, hehe). Kan sekarang tuh anak tengil udah gak ada lagi, jadi kami bebas. Asiiiikkkk…
Tapi, tanpa disangka, ada bapak-bapak yang duduk di teras tempat kami berfoto. Awalnya, kita gak peduli. Tapi lama kelamaan, tuh bapak-bapak gangguin kita foto. Bahkan fotoin kita juga! Huahh… Sebel banget!!
Heran deh, hari ini kok KCG sial banget ya? Apa kita gak boleh nyanyi di acara besok? Tauk deh, yang jelas hari itu SIAALLLL BANGETT………..!!!

1 komentar: