Cerita Serial: KCG SERIAL
Part 2: LATIHAN SIAALLLL….
Biasanya, kalo kita dikasih tugas sama guru, apalagi tugas kelompok, ya dikerjain dengan tekun ya? Nah, ituah yang namanya siswa teladan. Tapi yaa, kalo namanya makhluk KCG, ya semua pekerjaan dibawa enjoy, gokil, dan tak lupa pula dodol… Mau tau bagaimana serunya? Nah, ini dia… Let’s check this out…
Waktu itu, kami dikasih tugas buat nampilin karya seni buat diapresiasiin. Terus, kami dilanda ke-lemotan (bukannya emang udah dari dulu?).
“Gimana kalo drama aja?” usulku.
“Bosan ahh.. Kemarin kan udah,” kata Acha.
“Hmm… Nge-dance?” yang ini usulnya Kia.
“NGGAK!!!” teriakku menolak masak-masak usul Kia (aku gak bisa dens! Ingat tuh!!)
“Yo dah, nyanyi aja…” usul Riana. Semuanya setuju. Termasuk aku.
“Lagunya apaan?”
“Lagu yang pertama, lagu nasional aja. Tanah airku, gimana?” ujar Acha.
“Lagu yang kedua?”
“Lagunya Justin Bieberrr…. Baby!!!!!” seru Kia dan Dian, yang sama-sama fans beratnya si Justin. Wajah mereka langsung berbinar-binar membayangkan mereka akan membawakan lagu Aa’ mereka berdua itu (mau aja di-poligamiin! Huuu…).
Kami langsung melotot pada mereka.
“Yee… emang bisa nge-english lancar? Situ kan belepotan!!” protes Acha.
“Terus apaan dong…?” kata Dian.
“Sang Pemimpii….” usulku.
“Luluh…” usul Acha.
“Tak Ada Tempat Seperti Surga…” ini usul Irha.
“Terserah……………” ujar yang lain.
“Lagunya Glenn Fredly?? Ketuaan banget!!!!” kataku memprotes mereka.
“Yeee.. maksudnya lagunya terserah kalian….” kata si Rani.
10 menit kemudian……
“Yah.. pada bengong… Jadinya lagu apaan nih…?” kata Nunu membuyarkan lamunan kami semua.
“Tauk ahh.. Pusing. Makan dulu hyuuuukk!!!” usul Widy.
“YUUUKKKKKKKK!!!!!!!”
***
“Eh, gimana kalo Kepompong aja? Biar gak muluk-muluk amat. Kan lagunya simpel. Gimana?” usul Riana waktu kita di kantin.
“Emh…. Emh… Sekkuggjjuuhhhh…” ujar kami sambil mengunyah bakso (makanan kebangsaan KCG tuh, haha).
***
Sejak saat itu, mulailah kami giat berlatih menyanyi (soalnya kami kompak, suaranya parah semua! Hehe). Pas jam istirahat, awal pelajaran, akhir pelajaran, pas guru menjelaskan, atau bahkan sambil berjalan menuju kantin, kami selalu latihan (iseng banget ya?) hehe. Nah, suatu hari, kami janjian buat latihan di rumahnya Widy.
“Eh, besok kan kita udah mau tampil, ntar sore kita latihan si rumanhya Widy, yuk!” usul Acha (rajin bener ni cewek satu).
“Oiya!!! Waduh, aku hampir lupa!!!” kataku sambil menepuk jidat.
“Yee.. kamu sih udah dari sononya pelupa! Haha” kata Kia mengejekku. Aku manyun. “Eh, tapi uangku tinggal dikit nih. Nggak cukup buat ongkos kerumahnya Widy. Gimana dong?” lanjutnya.
“Alaaaahh.. Dasar Ketua Kere nih si Kia!!” ejek Riana.
“Kita jalan kaki aja. Kan rumahnya Widy deket. Kalo kita jalannya rame-rame, capeknya gak bakalan kerasa kok!!” kata si Irha.
“Aku nggak setuju…!! Aku mau pulang dulu!!” kata Riana.
“Aku juga..!!!” kata Acha.
“Aku juga..!!!” kata Dian (makhluk manja nih, si Riana, Dian, dan Acha).
Yang lainnya setuju kita jalan kaki.
***
“Capek nih…” keluh Kia.
“Yaahhh.. Gubrak! Katanya gak punya duit? Emang ada taksi yang mau ngasih gratisan??” kataku.
“Tau nih si Kia. Manja banget sih!” Widy angkat bicara.
Sekitar 8 menit kemudian……….
Sampailah kami di rumahnya Widy. Setelah istirahat dan minum air minum (emang minum apaan lagi? Aer ujan??), kami pun menunggu Riana dan Acha.
“Lama banget sih mereka berdua…” kata Rani.
“Tau tuh anak.. LAMAAAAAAAAA……..” keluh Nunu.
Akhirnya yang ditunggu datang juga.
“Latian yokkkkk……” kataku (rajin kan gueee?? Kaaaannn…?)
Kami pun latihan. Tak lama, ada dua orang anak tengil datang mengganggu kami. Kami kan latihannya di teras tuh, jadi bisa kelihatan sama orang-orang.
Awalnya kami tak terlalu menghiraukan anak itu. Tapi, makin lama mereka makin rese.
“Tanah airku tidak kulupakan…”
“Kaaannn terkenaaaaaanggggg selammaaaaa hidupkuuuuu..” si anak tengil mulai mengganggu konsentrasi kami dengan suara falsnya.
“Hehhhh!! Pergi kalian!!” Acha mulai beraksi.
Disuruh pergi, eh mereka malah ngelemparin kami pake batu. RESEEE……. Untung gak ada yang kena.
“WOOOIIIII…. Pergi kaliannnnnnnn……!” Acha dan Irha kompak teriak.
“Kribo.. Kribo…..” anak yang satu ngejek Irha yang emang kriting, hehe.
“ARGGGHHHHHHH… RESEEEE……!!!!!!!!!” si Irha mulai kehilangan kesabaran.
“KRIBOOO….. KRIBO….. BLEEE…..!!” anak tuyul itu menjulurkan lidah pada kami.
“OMPOOOONNGGGGGGG… OMPONG………….!!!!” Irha membalas (beraninya sama anak kecil doang….. Payah, heheheu).
Seteleh dikatain gitu, si anak tengil udah gak berkutik lagi (baru nyadar ya, dek, kalo kamu ompong?? Haha).
Latihan dilanjutkan.
***
Setelah latihan, kami pun melakukan ritual kami, yaitu ber-foto-foto ria. (emang cewek gokil nih pada, hehe). Kan sekarang tuh anak tengil udah gak ada lagi, jadi kami bebas. Asiiiikkkk…
Tapi, tanpa disangka, ada bapak-bapak yang duduk di teras tempat kami berfoto. Awalnya, kita gak peduli. Tapi lama kelamaan, tuh bapak-bapak gangguin kita foto. Bahkan fotoin kita juga! Huahh… Sebel banget!!
Heran deh, hari ini kok KCG sial banget ya? Apa kita gak boleh nyanyi di acara besok? Tauk deh, yang jelas hari itu SIAALLLL BANGETT………..!!!
Minggu, 06 Juni 2010
Cerita Serial: KCG SERIAL Part 1- ULANGAN OH ULANGAN…
Cerita Serial: KCG SERIAL
Part 1- ULANGAN OH ULANGAN…
“Minggu depan kita ulangan!! Jangan sampai lupa!” kata sang guru Fisika menggebu-gebu kepada kami(lebaiii…). Sontak, kami, makhluk KCG, saling bertatapan sambil tersenyum-senyum. “kalian tau kan, apa yang ada di pikiranku?” ujar Kia, si Queen Of Pelampung, haha.
“PELAMPUNG….!!!” teriak kami berbisik-bisik(gimana tuh caranya??) dengan kompak, soalnya si Ibu Fisika masih berdiri di depan kelas.
***
“Ya udah, kita atur strategi, ya. Aku, Dian, Irha, dan Nunu bakal bikin pelampung. Nah, Whana, Acha, Widy, Riana, dan Rani, tinggal nyontek aja, tapi awasin si Ibu juga, ya! Oya, jangan sampai ketahuan! Ok?!” kata Kia berwibawa bak orasi di gedung MPR (taunya cuma ratu pelampung doang, payah nih). Kami mengangguk-angguk setuju pada ketua kami yang overgila itu. Ya iyalah, masa mau ngebantah?? Xixixi.
Sejak saat itu, mulailah Kia, Dian, Irha, dan Nunu giat menyalin materi ujian di segala tempat strategis. Mulai dari pengalas ulangan, bangku, kursi, bahkan sampai laci pun dijadikan korban corat-coret (sayangi lingkungan, wooooiiii…!!!). Good luck deh, haha.
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Makhluk KCG yang diutus jadi asisten Kia pun mengatur posisi duduk mareka sedemikian rupa biar leluasa liat contekan . Begitupun dengan kami, yang tugasnya cuman nyontek doang , (Huaaah…. Hidup memang indah! Hahaha).
Langkah sepatu hak tinggi si Ibu Fisika terdengar mendekat . Dengan hati dag-dig-dug-seeer, kami menyambutnya, (EyD banget ya ? Haha ).
“Nomor 1” buka si Ibu .
Dan mulailah ia menyebutkan soal-soal menakutkan yang telah ia siapkan , Hua, parah nih ! Aku cuman tahu 25 persennya doaaang!! Hiks. Kulirik makhluk KCG yang lain, sama gelisahnya kayak aku. Kecuali Kia, Dian, Irha, dan Nunu.Mereka kelihatan santai banget ngerjainnya,Ya iyalah,kan ada pelampungnya ! Jadi gak tenggelam ! Huahua…. Alamat jelek nih .
“Woiiiii……liat woi!!!”teriakku dalam hati (Kapan kedengaranya??). Huhuhuhu.
30 menit kemudian ……
Si Ibu Fisika melangkah menuju kursi yang ada di sampingku (Ahh…. karma nih!) . “Duh, Bu, pindah ke tempat lain aja ya Bu? Di sini nggak asik bu,banyak hantunya! “Doaku dalam hati ,hihihi……
Tak lama, seorang guru masuk ke kelasku ,dan mengajak Si Ibu Fisika ngobrol, (Asiik,indahnya dunia!). Mudah ditebak ,kami semua menoleh kearah sang utusan yang di suruh bikin pelampung. Dalam waktu yang singkat ,semua jawaban pun langsung terukir di atas kertas ulangan kami . Akhirnyaaa……..
Setelah ulangan selesai, kami pun ber-toss ria. “SUKSES!!” teriak kami, haha. Dasar makhluk dodol…
Part 1- ULANGAN OH ULANGAN…
“Minggu depan kita ulangan!! Jangan sampai lupa!” kata sang guru Fisika menggebu-gebu kepada kami(lebaiii…). Sontak, kami, makhluk KCG, saling bertatapan sambil tersenyum-senyum. “kalian tau kan, apa yang ada di pikiranku?” ujar Kia, si Queen Of Pelampung, haha.
“PELAMPUNG….!!!” teriak kami berbisik-bisik(gimana tuh caranya??) dengan kompak, soalnya si Ibu Fisika masih berdiri di depan kelas.
***
“Ya udah, kita atur strategi, ya. Aku, Dian, Irha, dan Nunu bakal bikin pelampung. Nah, Whana, Acha, Widy, Riana, dan Rani, tinggal nyontek aja, tapi awasin si Ibu juga, ya! Oya, jangan sampai ketahuan! Ok?!” kata Kia berwibawa bak orasi di gedung MPR (taunya cuma ratu pelampung doang, payah nih). Kami mengangguk-angguk setuju pada ketua kami yang overgila itu. Ya iyalah, masa mau ngebantah?? Xixixi.
Sejak saat itu, mulailah Kia, Dian, Irha, dan Nunu giat menyalin materi ujian di segala tempat strategis. Mulai dari pengalas ulangan, bangku, kursi, bahkan sampai laci pun dijadikan korban corat-coret (sayangi lingkungan, wooooiiii…!!!). Good luck deh, haha.
***
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Makhluk KCG yang diutus jadi asisten Kia pun mengatur posisi duduk mareka sedemikian rupa biar leluasa liat contekan . Begitupun dengan kami, yang tugasnya cuman nyontek doang , (Huaaah…. Hidup memang indah! Hahaha).
Langkah sepatu hak tinggi si Ibu Fisika terdengar mendekat . Dengan hati dag-dig-dug-seeer, kami menyambutnya, (EyD banget ya ? Haha ).
“Nomor 1” buka si Ibu .
Dan mulailah ia menyebutkan soal-soal menakutkan yang telah ia siapkan , Hua, parah nih ! Aku cuman tahu 25 persennya doaaang!! Hiks. Kulirik makhluk KCG yang lain, sama gelisahnya kayak aku. Kecuali Kia, Dian, Irha, dan Nunu.Mereka kelihatan santai banget ngerjainnya,Ya iyalah,kan ada pelampungnya ! Jadi gak tenggelam ! Huahua…. Alamat jelek nih .
“Woiiiii……liat woi!!!”teriakku dalam hati (Kapan kedengaranya??). Huhuhuhu.
30 menit kemudian ……
Si Ibu Fisika melangkah menuju kursi yang ada di sampingku (Ahh…. karma nih!) . “Duh, Bu, pindah ke tempat lain aja ya Bu? Di sini nggak asik bu,banyak hantunya! “Doaku dalam hati ,hihihi……
Tak lama, seorang guru masuk ke kelasku ,dan mengajak Si Ibu Fisika ngobrol, (Asiik,indahnya dunia!). Mudah ditebak ,kami semua menoleh kearah sang utusan yang di suruh bikin pelampung. Dalam waktu yang singkat ,semua jawaban pun langsung terukir di atas kertas ulangan kami . Akhirnyaaa……..
Setelah ulangan selesai, kami pun ber-toss ria. “SUKSES!!” teriak kami, haha. Dasar makhluk dodol…
Cerita Serial: KCG SERIAL Pengenalan Para Makhluk KCG
Cerita Serial: KCG SERIAL
Pengenalan Para Makhluk KCG
Whana Aku, si makhluk lalod bin lemot. Kata orang, pintar nulis, pintar English(pameeerr…!). Xixixi. Wakil ketua KCG, soalnya gila bin narsis stadium akhirnya nyaris melebihi sang ketua…
Kia Sang ketua KCG. Sang pemimpi, soalnya obsesi banget sama Ozy dan Justin Bieber. Asli gokil, asli gila. Bikin pelampung waktu ulangan? Dialah ahlinya….(Piss, Ki!!)
Acha Wanita santun bersahaja(huekk!). Tapi kalo penyakit gilanya kambuh, bisa-bisa Kia terkalahkan olehnya. Sang ahli biologi dan puisi(ekhemm!). Suka malu-malu kucing juga, hehe.
Riana Sumber informasi all about IC(haha). Geregetan banget kalo udah soal Patton, Rio, Ozy(tau kagak?? Yang gak tau, kasian.. deh lo!)
Widy Makhluk KCG yang narsis bin gokil. Rumahnya selalu kami serbu dan dibuat sebagai markas KCG. Orangnya gak pedean, tapi kalo dibelakang umum, over gokilnya kambuh…(buka aib! Haha).
Dian Paling gak pedean kalo di depan umum! Obsesinya adalah ketemu sama Justin Bieber(tetaplah bermimpi!! Haha). Kalo udah punya pendirian, susaahhh banget buat diubah!!
Irha Kalo Dian orangnya paling gak pedean, Irha-lah lawannya! Yup, makhluk KCG yang satu ini emang over pede, over narsis, over gila, over dodol(kenapa bukan dia aja yang jadi ketua? Heran…)
Nunu Makhluk KCG yang kurang gila(??). Tapi, setelah gabung ke KCG, penyakit gokil bin dodol pun menggerogoti tubuhnya…
Rani Makhluk KCG yang paliiiiinngg baru. Orangnya pintar, baik, ramah, tapi setelah jadi member KCG, dia pun ketularan penyakit gokil gila dodol…..
Nah, itulah para makhluk KCG. Gila kan?? Kaaaaann…? Ya iyalah, masa ya iya dong. Mau tau segala rintangan serta tantangan (halahh!) yang kami lewati bersama?
Penasaran??
Tunggu part selanjutnya..!
Okok?
Pengenalan Para Makhluk KCG
Whana Aku, si makhluk lalod bin lemot. Kata orang, pintar nulis, pintar English(pameeerr…!). Xixixi. Wakil ketua KCG, soalnya gila bin narsis stadium akhirnya nyaris melebihi sang ketua…
Kia Sang ketua KCG. Sang pemimpi, soalnya obsesi banget sama Ozy dan Justin Bieber. Asli gokil, asli gila. Bikin pelampung waktu ulangan? Dialah ahlinya….(Piss, Ki!!)
Acha Wanita santun bersahaja(huekk!). Tapi kalo penyakit gilanya kambuh, bisa-bisa Kia terkalahkan olehnya. Sang ahli biologi dan puisi(ekhemm!). Suka malu-malu kucing juga, hehe.
Riana Sumber informasi all about IC(haha). Geregetan banget kalo udah soal Patton, Rio, Ozy(tau kagak?? Yang gak tau, kasian.. deh lo!)
Widy Makhluk KCG yang narsis bin gokil. Rumahnya selalu kami serbu dan dibuat sebagai markas KCG. Orangnya gak pedean, tapi kalo dibelakang umum, over gokilnya kambuh…(buka aib! Haha).
Dian Paling gak pedean kalo di depan umum! Obsesinya adalah ketemu sama Justin Bieber(tetaplah bermimpi!! Haha). Kalo udah punya pendirian, susaahhh banget buat diubah!!
Irha Kalo Dian orangnya paling gak pedean, Irha-lah lawannya! Yup, makhluk KCG yang satu ini emang over pede, over narsis, over gila, over dodol(kenapa bukan dia aja yang jadi ketua? Heran…)
Nunu Makhluk KCG yang kurang gila(??). Tapi, setelah gabung ke KCG, penyakit gokil bin dodol pun menggerogoti tubuhnya…
Rani Makhluk KCG yang paliiiiinngg baru. Orangnya pintar, baik, ramah, tapi setelah jadi member KCG, dia pun ketularan penyakit gokil gila dodol…..
Nah, itulah para makhluk KCG. Gila kan?? Kaaaaann…? Ya iyalah, masa ya iya dong. Mau tau segala rintangan serta tantangan (halahh!) yang kami lewati bersama?
Penasaran??
Tunggu part selanjutnya..!
Okok?
Cerita Serial: KCG SERIAL Prolog
Cerita Serial: KCG SERIAL
Prolog
KCG a.k.a Kumpulan Cewek Gokil Gila adalah segerombolan cewek-cewek aneh bin sarap (haha!). Tapi juga rada pintar(tapi untuk sebagian kecil anggotanya aja, heheheu). Tak pernah terpikirkan oleh kami, bahwa kami akan membentuk sebuah grup yang teraneh sedunia(emang udah pernah keliling dunia?? Cuihh…!) Semuanya berjalan seperti air. Dan tanpa disangka, kami melewati berbagai macam pengalaman dan hal gokil bin dodol yang paling gilaaa….!
Penasaran??
Let’s cekodot…
Prolog
KCG a.k.a Kumpulan Cewek Gokil Gila adalah segerombolan cewek-cewek aneh bin sarap (haha!). Tapi juga rada pintar(tapi untuk sebagian kecil anggotanya aja, heheheu). Tak pernah terpikirkan oleh kami, bahwa kami akan membentuk sebuah grup yang teraneh sedunia(emang udah pernah keliling dunia?? Cuihh…!) Semuanya berjalan seperti air. Dan tanpa disangka, kami melewati berbagai macam pengalaman dan hal gokil bin dodol yang paling gilaaa….!
Penasaran??
Let’s cekodot…
CERPEN: MY DOLL, MY HONEY
MY DOLL, MY HONEY
Terik mentari siang itu terasa sangat menusuk tulang. Lelah pun semakin mengusik diriku. Kupercepat langkahku menuju halte bus yang ada di depan sekolahku.
Harusnya hal ini tidak akan terjadi kalau saja Pak Wandi bisa mengerem sedikiiit saja celotehannya mengenai perjuangan para pahlawan Indonesi dahulu. Aku heran, mengapa sesuatu hal yang sudah terjadi tempo dulu masiiih saja dipusingkan oleh bangsa sekarang. Huffft, dunia memang aneh.
***
Akhirnya aku sampai di halte. Tumben, halte ini sepi. Biasanya, halte ini dipenuhi dengan ciap-ciap para cewek ganjen di sekolah. Entah membicarakan kapten basket di sekolah, atau bahkan guru muda yang baru mengajar di sekolah. Tapi, siang ini terasa agak beda. Kulirik arloji mungil yang melingkar di pergelangan tanganku, 02.25. Itu artinya, lima menit lagi bus-ku akan segera datang.
Tak lama kemudian, seorang cowok dengan tinggi semampai berjalan ke arahku. Mungkin dia juga akan naik bus, begitu pikirku. Tiba-tiba…BRUKK!!! Gelas cappuccino yang ia pegang terjatuh mengenai rok sekolahku. Arrgghhh…!! Hampir saja aku melabraknya jika ia tidak langsung meminta maaf padaku.
“Aduh, sorry ya, aku nggak sengaja,” katanya sambil mengeluarkan tisu dari tasnya, kemudian mengelap rokku.
Aku hanya membalas perkataannya dengan senyum tipis. Aku berusaha membersihkan rokku. Ya Tuhan, lengkap sudah penderitaanku hari ini!
“Kenalin, aku Bobby,” katanya setelah acara membersihkan rok selesai.
“Keira,” kataku membalas jabatan tangannya.
“Masalah yang tadi, aku minta maaf ya! Sumpah, aku bener-bener gak sengaja,” ujarnya bersungguh-sungguh.
“Iya, gak apa-apa,” jawabku.
Tak lama setelah pembicaraan itu, bus-ku pun datang. Bobby juga naik ke bus itu. Kebetulan, masih ada dua kursi yang kosong. Jadi, aku tidak perlu berdiri seperti biasa.
“Kei, sebagai tanda minta maaf aku, aku mau nganter-jemput kamu ke sekolah selama seminggu,”kata Bobby yang duduk di sampingku.
DEG! Begitu merasa bersalahnyakah Bobby? Sampai-sampai, dia mau menebus kesalahannya dengan mengantar-jemputku ke sekolah?? Gila, baru kali ini aku ketemu cowok kayak dia!
“Hahh? Kamu mau ngantar-jemput aku pake apa? Bus?? Hahaha…” ujarku sambil tertawa.
“Aku punya motor kok, tapi hari ini lagi dibengkelin aja. Gimana, kamu mau gak?” katanya.
“Hmmm… Sebenarnya gak usah lagi. Tapi, kalo kamu mau, yaaa… Ok deh!” ujarku.
Setelah itu, aku pun mulai merasa akrab dengan Bobby. Setelah memberikan nomor HP-ku padanya, aku turun dari bus, dan ia melanjutkan perjalanan.
***
Tiiitt.. Tiiitt.. Tiiiiitttt…
HP-ku berdering keras. Incoming call.
“Halo?” kataku.
“Halo, Kei. Ini aku, Bobby,” ujar suara di ujung sana.
“Oh, eh iya. Ada apa?”
“Gak… lagi iseng aja. Kamu lagi ngapain?”
“Umh… Lagi belajar sambil ngeliatin bintang-bintang di langit,” kataku bodoh.
“Hahaha… Kamu bakat juga ya jadi pelawak?” tawa Bobby terdengar keras dari ujung sana.
Olala, aku pasti terlihat bodoh sekali. Mengapa aku jadi salah tingkah begini??
“Kei, ingat ya, besok aku yang nganterin kamu ke sekolah. Kamu gak perlu naik bus lagi,”
“Iyaaa.. OK!!”
“Ya udah, sampai besok..!” katanya menutup telepon.
Entah mengapa, aku merasa cocok dengan Bobby. Huaaahhh.. What’s going on?? Jatuh cinta sama Bobby? Yaiks… Tuhan, jangan biarkan ini terjadi dulu! Aku masih mau fokus sama sekolahku!!!
Setelah men-save nomor HP Bobby, aku pun segera beranjak menuju tempat tidur. Semoga hari esok lebih baik.
***
Pagi datang lagi. Kicauan burung dan cerahnya langit menmbah keceriaan hatiku. Yeahh.. Setidaknya aku tidak perlu lagi mengantri bus seperti kemarin. Kini ada Bobby yang siap mengantar-jemputku ke sekolah.
Suara mesin motor terdengar mendekat. Tidak salah lagi, dia adalah Bobby. Sambil mencangklong tas hitam dan memegang boneka Mickey Mouse-ku, aku menghampiri Bobby yang sudah sampai di halaman rumahku.
“Pagi, Kei,” sapanya.
“Pagi juga,” balasku.
“Loh, kamu masih suka main boneka, Kei? Hahaha..” katanya sambil tertawa.
“Iya, memangnya kenapa?? Gak salah kan?” jawabku enteng.
“Nggak sih… Ya udah, berangkat yuk!” ujar Bobby.
Aku pun segera naik ke Kawasaki-nya. Sepanjang jalan, aku banyak ngobrol dengan Bobby.
“Kamu kok masih seneng main boneka sih, Kei?” katanya.
“Yaa, nggak masalah kan?” jawabku. Bobby tertawa.
“Lagian, cuma boneka ini yang bisa jadi teman hidupku…” ujarku lagi.
“Kok gitu?”
“Ayahku sibuk, ibuku apalagi. Teman-teman disekolah… Ah, mereka tidak mungkin mau berteman denganku,” kataku sedih.
“Kenapa?” tanya Bobby heran.
“Gak tau. Dikiranya aku ini makhluk Eksosfer kali ya? Haha…” kataku tertawa.
Tak lama kemudian, sampailah aku di depan sekolah.
“Jangan lupa, jemput aku jam dua nanti ya?” kataku pada Bobby.
“Siap, bos!” katanya sambil memberihormat. Kami berdua tertawa.
***
Tak terasa, sudah lima hari Bobby menjalankan janjinya padaku. Besok adalah hari terakhir Bobby mengantar-jemputku ke sekolah.
***
Siang itu, seperti biasa, Bobby menjemputku dari sekolah. Sesampainya di depan rumahku, ia mengeluarkan sesuatu dari sadel motornya.
“Kei, aku bakal balik ke Amrik,” katanya sambil memegang bungkusan besar yang ia keluarkan dari sadel motornya tadi.
“What??! Kamu ngapain di Amrik?” kataku terkejut.
“Aku emang kuliah di Amrik Kei. Aku di Indonesia cuma sekedar liburan aja. Aku nggak nyangka, liburanku kali ini terasa sangat berharga. Karena kamu…” katanya panjang lebar. Aku masih terdiam.
“Dan ini, boneka Mickey Mouse dari aku. Tapi, aku nggak mau kamu manggil dia ‘Mickey’. Panggil aja ‘Bobby’. Karena aku tahu, boneka adalah teman hidupmu,Kei. Aku cinta sama kamu…” ujarnya sambil menyodorkan boneka yang dimaksud.
“Aku juga cinta sama kamu, Bob,” kataku sambil memeluk Bobby. “Aku harap, ini bukan pertemuan kita yang terakhir,” ujarku lagi.
Aku menerima Bobby. Dan juga ‘Bobby’. Tak lama setelah itu, Bobby beranjak pergi, setelah ia berjanji akan menemuiku dilain waktu.
Aku berjanji akan menjaga ‘Bobby’. Sampai Bobby akan menemuiku kembali.
Terik mentari siang itu terasa sangat menusuk tulang. Lelah pun semakin mengusik diriku. Kupercepat langkahku menuju halte bus yang ada di depan sekolahku.
Harusnya hal ini tidak akan terjadi kalau saja Pak Wandi bisa mengerem sedikiiit saja celotehannya mengenai perjuangan para pahlawan Indonesi dahulu. Aku heran, mengapa sesuatu hal yang sudah terjadi tempo dulu masiiih saja dipusingkan oleh bangsa sekarang. Huffft, dunia memang aneh.
***
Akhirnya aku sampai di halte. Tumben, halte ini sepi. Biasanya, halte ini dipenuhi dengan ciap-ciap para cewek ganjen di sekolah. Entah membicarakan kapten basket di sekolah, atau bahkan guru muda yang baru mengajar di sekolah. Tapi, siang ini terasa agak beda. Kulirik arloji mungil yang melingkar di pergelangan tanganku, 02.25. Itu artinya, lima menit lagi bus-ku akan segera datang.
Tak lama kemudian, seorang cowok dengan tinggi semampai berjalan ke arahku. Mungkin dia juga akan naik bus, begitu pikirku. Tiba-tiba…BRUKK!!! Gelas cappuccino yang ia pegang terjatuh mengenai rok sekolahku. Arrgghhh…!! Hampir saja aku melabraknya jika ia tidak langsung meminta maaf padaku.
“Aduh, sorry ya, aku nggak sengaja,” katanya sambil mengeluarkan tisu dari tasnya, kemudian mengelap rokku.
Aku hanya membalas perkataannya dengan senyum tipis. Aku berusaha membersihkan rokku. Ya Tuhan, lengkap sudah penderitaanku hari ini!
“Kenalin, aku Bobby,” katanya setelah acara membersihkan rok selesai.
“Keira,” kataku membalas jabatan tangannya.
“Masalah yang tadi, aku minta maaf ya! Sumpah, aku bener-bener gak sengaja,” ujarnya bersungguh-sungguh.
“Iya, gak apa-apa,” jawabku.
Tak lama setelah pembicaraan itu, bus-ku pun datang. Bobby juga naik ke bus itu. Kebetulan, masih ada dua kursi yang kosong. Jadi, aku tidak perlu berdiri seperti biasa.
“Kei, sebagai tanda minta maaf aku, aku mau nganter-jemput kamu ke sekolah selama seminggu,”kata Bobby yang duduk di sampingku.
DEG! Begitu merasa bersalahnyakah Bobby? Sampai-sampai, dia mau menebus kesalahannya dengan mengantar-jemputku ke sekolah?? Gila, baru kali ini aku ketemu cowok kayak dia!
“Hahh? Kamu mau ngantar-jemput aku pake apa? Bus?? Hahaha…” ujarku sambil tertawa.
“Aku punya motor kok, tapi hari ini lagi dibengkelin aja. Gimana, kamu mau gak?” katanya.
“Hmmm… Sebenarnya gak usah lagi. Tapi, kalo kamu mau, yaaa… Ok deh!” ujarku.
Setelah itu, aku pun mulai merasa akrab dengan Bobby. Setelah memberikan nomor HP-ku padanya, aku turun dari bus, dan ia melanjutkan perjalanan.
***
Tiiitt.. Tiiitt.. Tiiiiitttt…
HP-ku berdering keras. Incoming call.
“Halo?” kataku.
“Halo, Kei. Ini aku, Bobby,” ujar suara di ujung sana.
“Oh, eh iya. Ada apa?”
“Gak… lagi iseng aja. Kamu lagi ngapain?”
“Umh… Lagi belajar sambil ngeliatin bintang-bintang di langit,” kataku bodoh.
“Hahaha… Kamu bakat juga ya jadi pelawak?” tawa Bobby terdengar keras dari ujung sana.
Olala, aku pasti terlihat bodoh sekali. Mengapa aku jadi salah tingkah begini??
“Kei, ingat ya, besok aku yang nganterin kamu ke sekolah. Kamu gak perlu naik bus lagi,”
“Iyaaa.. OK!!”
“Ya udah, sampai besok..!” katanya menutup telepon.
Entah mengapa, aku merasa cocok dengan Bobby. Huaaahhh.. What’s going on?? Jatuh cinta sama Bobby? Yaiks… Tuhan, jangan biarkan ini terjadi dulu! Aku masih mau fokus sama sekolahku!!!
Setelah men-save nomor HP Bobby, aku pun segera beranjak menuju tempat tidur. Semoga hari esok lebih baik.
***
Pagi datang lagi. Kicauan burung dan cerahnya langit menmbah keceriaan hatiku. Yeahh.. Setidaknya aku tidak perlu lagi mengantri bus seperti kemarin. Kini ada Bobby yang siap mengantar-jemputku ke sekolah.
Suara mesin motor terdengar mendekat. Tidak salah lagi, dia adalah Bobby. Sambil mencangklong tas hitam dan memegang boneka Mickey Mouse-ku, aku menghampiri Bobby yang sudah sampai di halaman rumahku.
“Pagi, Kei,” sapanya.
“Pagi juga,” balasku.
“Loh, kamu masih suka main boneka, Kei? Hahaha..” katanya sambil tertawa.
“Iya, memangnya kenapa?? Gak salah kan?” jawabku enteng.
“Nggak sih… Ya udah, berangkat yuk!” ujar Bobby.
Aku pun segera naik ke Kawasaki-nya. Sepanjang jalan, aku banyak ngobrol dengan Bobby.
“Kamu kok masih seneng main boneka sih, Kei?” katanya.
“Yaa, nggak masalah kan?” jawabku. Bobby tertawa.
“Lagian, cuma boneka ini yang bisa jadi teman hidupku…” ujarku lagi.
“Kok gitu?”
“Ayahku sibuk, ibuku apalagi. Teman-teman disekolah… Ah, mereka tidak mungkin mau berteman denganku,” kataku sedih.
“Kenapa?” tanya Bobby heran.
“Gak tau. Dikiranya aku ini makhluk Eksosfer kali ya? Haha…” kataku tertawa.
Tak lama kemudian, sampailah aku di depan sekolah.
“Jangan lupa, jemput aku jam dua nanti ya?” kataku pada Bobby.
“Siap, bos!” katanya sambil memberihormat. Kami berdua tertawa.
***
Tak terasa, sudah lima hari Bobby menjalankan janjinya padaku. Besok adalah hari terakhir Bobby mengantar-jemputku ke sekolah.
***
Siang itu, seperti biasa, Bobby menjemputku dari sekolah. Sesampainya di depan rumahku, ia mengeluarkan sesuatu dari sadel motornya.
“Kei, aku bakal balik ke Amrik,” katanya sambil memegang bungkusan besar yang ia keluarkan dari sadel motornya tadi.
“What??! Kamu ngapain di Amrik?” kataku terkejut.
“Aku emang kuliah di Amrik Kei. Aku di Indonesia cuma sekedar liburan aja. Aku nggak nyangka, liburanku kali ini terasa sangat berharga. Karena kamu…” katanya panjang lebar. Aku masih terdiam.
“Dan ini, boneka Mickey Mouse dari aku. Tapi, aku nggak mau kamu manggil dia ‘Mickey’. Panggil aja ‘Bobby’. Karena aku tahu, boneka adalah teman hidupmu,Kei. Aku cinta sama kamu…” ujarnya sambil menyodorkan boneka yang dimaksud.
“Aku juga cinta sama kamu, Bob,” kataku sambil memeluk Bobby. “Aku harap, ini bukan pertemuan kita yang terakhir,” ujarku lagi.
Aku menerima Bobby. Dan juga ‘Bobby’. Tak lama setelah itu, Bobby beranjak pergi, setelah ia berjanji akan menemuiku dilain waktu.
Aku berjanji akan menjaga ‘Bobby’. Sampai Bobby akan menemuiku kembali.
Sabtu, 05 Juni 2010
aku tak pernah memaksa...
ak tak prnah memaksa.
jika itu maumu, lakukan saja.
jika itu inginmu, ekspresikan saja.
jika itu maumu, lakukan saja.
jika itu inginmu, ekspresikan saja.
I'm tired to waiting you....
Yeah.
Stop to hoping. Cuz, it really really makes me tired. Makes me crazy!
And, did you know ?
I had been waiting for u, for a very long time!
And now, it's futile.
DONE !
STOP TO WAITING FOR U !!!
Bye :c
Stop to hoping. Cuz, it really really makes me tired. Makes me crazy!
And, did you know ?
I had been waiting for u, for a very long time!
And now, it's futile.
DONE !
STOP TO WAITING FOR U !!!
Bye :c
Kamis, 03 Juni 2010
i'm indhy...
hi, i'm indhy.
nothing special about me.
but, i really wanna be a success writer.
that's my great dream.
hidupku..
biasa saja.
tunggu cerpen2 ku yaa.
nothing special about me.
but, i really wanna be a success writer.
that's my great dream.
hidupku..
biasa saja.
tunggu cerpen2 ku yaa.
Langganan:
Komentar (Atom)
